Menulis Surat Pribadi dan Menggunakan Kata Ganti dan Kata Acuan

 on Saturday, February 8, 2014  

Menulis Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat yang ditulis oleh seseorang kepada orang lain atau sebuah
kantor (instansi). Surat pribadi ada dua macam, yaitu surat pribadi yang bersifat perorangan dan
surat pribadi yang bersifat resmi. Surat pribadi yang bersifat perorangan adalah surat yang ditulis oleh seseorang yang ditujukan kepada teman, saudara, atau orang
tua. Surat pribadi yang bersifat resmi adalah surat yang ditulis seseorang yang ditujukan kepada suatu organisasi atau kantor. Penulisan surat pribadi yang bersifat perorangan berbeda dengan surat pribadi yang bersifat resmi, terutama dalam pemakaian bahasa. Bahasa dalam surat pribadi yang bersifat resmi lebih bersifat kaku daripada bahasa yang digunakan dalam surat pribadi yang bersifat perorangan.
Berikut ini sistematika penulisan surat pribadi.
1. Pembuka, terdiri atas:
a. tempat dan tanggal pengiriman surat,
b. alamat surat, dan
c. salam pembuka.

2. Isi, yaitu berisi maksud penulis mengirim surat.
3. Penutup, terdiri atas:
a. salam penutup,
b. tanda tangan, dan
c. nama terang


Menggunakan Kata Ganti dan Kata Acuan
1. Kata Ganti
Dalam dongeng "Saat Pak Jago Sakit" pada Materi A di depan terdapat beberapa kata ganti ini, itu, dan –nya, serta kata acuan tersebut. Oleh karena itu, untuk memperluas pengetahuan kalian tentang kebahasaan, kalian akan dilatih untuk menggunakan kata ganti dan kata acuan secaratepat. Kata ganti adalah semua kata yang dipakai untuk menggantikan kata benda atau yang dibendakan. Bentuk kata ganti yang terdapat dalam bacaan tersebut yaitu kata ganti penunjuk (ini, itu) dan kata ganti milik orang ketiga (-nya).
a. "Sama! Saya juga bangun kesiangan! Ini akibat ulah Pak Jago tidak berkokok!" kata Pak Kambing.
Ini pada kalimat di atas berfungsi sebagai kata ganti dari peristiwa bangun kesiangan.

b. "Bukankah setiap pagi Pak Jago berkokok membangunkan kita?" "Itu kebaikan Pak Jago saja, dan jika ia tidak berkokok jangan disalahkan dong!" Itu pada kalimat di atas berfungsi sebagai kata ganti dari kebiasaan Pak Jago berkokok.

c. Di depan rumah Pak Jago, pintu tertutup rapat. "Coba kamu ketuk pintunya," pinta Pak Kerbau pada Pak Sapi. -nya pada kalimat di atas berfungsi sebagai kata ganti rumah Pak Jago.
Selain kata ganti penunjuk (ini dan itu), dalam bahasa Indonesia masih mempunyai empat lagi bentuk kata ganti, yaitu kata ganti orang (aku, saya, kamu, engkau, dia, mereka) , kata ganti tanya (apa, siapa, berapa, kapan, mengapa), kata ganti milik (-mu, -ku, -nya), dan kata ganti tak tentu
(seseorang, sesuatu, barangsiapa).

2. Kata Acuan
Kata acuan adalah semua kata yang dipakai untuk mengacu pada kata yang sudah dijelaskan sebelumnya (sebelum kata acuan tersebut) (misalnya tersebut, sebagaimana, demikian).

Contoh:
"Tok! Tok! Tok!" Pak Kucing mengetuk pintu dengan batu keras-keras, sambil berteriak, "Pak Jago! Buka pintunya!" Namun ketukan serta teriakan tersebut tidak dijawab.
Kata tersebut  dalam kalimat di atas mengacu pada ketukan dan teriakan Pak Kucing.

;
Menulis Surat Pribadi dan Menggunakan Kata Ganti dan Kata Acuan 4.5 5 tati Saturday, February 8, 2014 Menulis Surat Pribadi Surat pribadi adalah surat yang ditulis oleh seseorang kepada orang lain atau sebuah kantor (instansi). Surat pribadi ...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.