Bagaimana Teknik Pengumpulan Spesimen Flora yang Dilindungi?

 on Sunday, February 22, 2015  

 Salah satu teknik yang digunakan dalam pembuatan spesimen flora yang dilindungi adalah dengan pembuatan herbarium. Herbarium adalah bagian tumbuhan yang dimatikan dengan cara pengeringan atau cara basah untuk keperluan pengenalan sifat-sifat morfologis dan juga merupakan bukti ilmiah yang dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Spesimen herbarium sangat penting untuk mengetahui nama botani suatu flora dan sekaligus digunakan sebagai dokumen ilmiah bagi instansi ataupun bagi peneliti yang bersangkutan. Meskipun pekerjaan pembuatan spesimen herbarium tidak sulit, namun dalam beberapa hal caranya perlu diketahui dengan baik sehingga tujuan pembuatan spesimen herbarium dapat tercapai.  Sebelum dilakukan kegiatan pengumpulan spesimen herbarium untuk jenis flora yang dilindungi, maka tahapan yang harus dilakukan pertama kali yaitu penyiapan bahan dan perlengkapan.
 
1) Penyiapan Bahan dan Perlengkapan
Sesuai dengan tujuan pembuatan spesimen herbarium untuk jenis flora yang dilindungi, dianjurkan agar bahan dan perlengkapan yang memadai dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga pada waktu pengambilan dan proses pengolahan spesimen herbarium tidak dijumpai kesulitan. Seringkali pengambilan spesimen herbarium dilakukan di hutan-hutan yang jauh dari tempat pemukiman, sehingga tidak jarang kesulitan muncul manakala diperlukan suatu bahan yang hanya diperoleh di tempat pemukiman atau toko-toko, misalnya alkohol atau spiritus untuk mengawetkan spesimen flora yang dilindungi dalam bentuk herbarium ataupun pensil untuk menulis pada label herbarium.

Untuk pembuatan herbarium diperlukan perlengkapan dan bahan sebagai berikut:
a) Alat untuk mengambil spesimen herbarium, antara lain parang, kapak, pisau, gunting stek, galah berpisau, dan kadang-kadang ketapel juga dibutuhkan. Selain itu, untuk mengambil material herbarium tumbuhan terna diperlukan sekop, sedangkan untuk rotan diperlukan sarung tangan anti duri.
  1. Alat pembungkus spesimen (material herbarium), berupa kertas koran, kantong plastik besar, kantong plastik (ukuran 40 cm x 60 cm, dan berbagai ukuran), tali plastik dan hekter. Alat pengepres berupa sasak yang terbuat dari bamboo atau kayu.
  2. Alat tulis, yang terdiri atas label gantung dan blangko isian untuk tiap material herbarium, pensil, buku catatan dan alat tulis lain. Label gantung yang biasa digunakan berukuran 3 cm x 5 cm, terbuat dari kertas gambar yang kaku atau kertas karton.
  3. Alkohol 70% atau spiritus secukupnya untuk mengawetkan herbarium. Sekitar 1 (satu) liter untuk 10 nomor (30-50 spesimen)
  4.  Alat pelengkap: altimeter, teropong, pita ukur dan lain-lain.

;
Bagaimana Teknik Pengumpulan Spesimen Flora yang Dilindungi? 4.5 5 tati Sunday, February 22, 2015  Salah satu teknik yang digunakan dalam pembuatan spesimen flora yang dilindungi adalah dengan pembuatan herbarium. Herbarium adalah bagian...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.