Faktor Genetik Golongan Darah Manusia

 on Thursday, January 30, 2014  

Golongan Darah
Golongan darah pada manusia diatur secara genetik dan merupakan
alel ganda. Saat ini, ditemukan tiga sistem golongan darah. Dalam pembahasan
berikut akan dibahas macam golongan darah ABO dan rhesus.

a. Golongan Darah ABO
Seperti telah diketahui bahwa darah terdiri atas butir darah (eritrosit,
leukosit), keping darah (trombosit), dan plasma darah. Pada eritrosit terdapat
sejenis protein yang dinamakan antigen atau aglutinogen. Antigen
merupakan protein yang mampu merangsang pembentukan antibodi
(aglutinin). Plasma darah mengandung protein yaitu fibrinogen dan
protrombrin. Jika terjadi perangsangan oleh antigen, protrombin mampu
membentuk antibodi.
Berdasarkan jenis antigen atau ada tidaknya antigen yang dikandung oleh
eritrosit, Karl Landsteiner (1868-1943) pada tahun 1901 membagi golongan
darah menjadi golongan A, golongan B, golongan AB, dan golongan O
.
1) Golongan darah A (genotipe IAIA atau IAIO)
Golongan darah yang dalam eritrositnya mengandung antigen A
(aglutinogen A) dan dalam plasma darahnya mampu membentuk
antibodi  atau aglutinin  .

2) Golongan darah B (genotipe IBIB atau IBIO)
Golongan darah yang dalam eritrositnya mengandung antigen B
(aglutinogen B) dan dalam plasma darahnya mampu membentuk
antibodi  (aglutinin

 3) Golongan darah AB (genotipe IAIB)
Golongan darah yang dalam eritrositnya mengandung antigen A dan
antigen B. Pada plasma darah golongan AB tidak mampu membentuk
antibodi (aglutinin), baik maupun
.
4) Golongan darah O (genotipe I°I°)
Golongan darah yang dalam eritrositnya tidak mengandung antigen A
dan antigen B, tetapi plasma darahnya memiliki antibodi  dan .

b. Golongan Darah Sistem Rhesus
Di India, terdapat jenis kera bernama Macaca rhesus. Berdasarkan hasil
penelitian Karl Landsteiner dan Wiener pada tahun 1940, ditemukan bahwa
dalam eritrositnya mengandung jenis antigen yang dinamakan antigen rhesus.
Antigen rhesus dimiliki juga oleh manusia. Orang yang memiliki antigen
rhesus dinamakan rhesus positif. Genotipe RR atau Rr dan yang tidak
memiliki antigen dinamakan rhesus negatif rr. Plasma darah baik pada rhesus
positif (Rh+) maupun pada rhesus negatif (Rh–) membentuk antibodi rhesus.
Sistem rhesus ini dikendalikan oleh gen Rh dengan alel. Alel Rh bersifat

Perkawinan pasangan suami istri yang berbeda faktor rhesusnya dapat
mengakibatkan ketidakcocokan pada darah ibu dengan bayi yang
dikandungnya. Misalnya, perkawinan pria yang bergolongan darah rhesus
positif homozigot dengan wanita yang bergolongan darah rhesus negatif
homozigot dapat melahirkan bayi yang bergolongan darah rhesus positif.
Perhatikanlah Gambar 5.16a.
Pada kelahiran pertama, bayi akan lahir dengan selamat, sedangkan
pada kelahiran selanjutnya akan terjadi kelainan. Hal ini disebabkan dalam
plasenta ibu sudah terbentuk banyak zat antirhesus positif yang dapat menggumpalkan
antigen rhesus dari janin kedua yang dikandungnya (Gambar
5.16b). Penggumpalan ini disebabkan, karena antibodi pada darah ibu
memiliki jumlah yang banyak. Akibatnya sebagian antibodi dapat masuk ke
tubuh fetus atau janin melalui plasenta. Darah janin akan mengalami
kerusakan yang disebut eritroblastosis fetalis.
Gejala-gejala bayi yang menderita eritroblastosis fetalis, yakni tubuh
sangat pucat dan kuning serta hati dan limfa membengkak. Penyakit ini
dapat menyebabkan kematian pada bayi.
;
Faktor Genetik Golongan Darah Manusia 4.5 5 tati Thursday, January 30, 2014 Golongan Darah Golongan darah pada manusia diatur secara genetik dan merupakan alel ganda. Saat ini, ditemukan tiga sistem golongan darah....


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.