Apa pengertian Metrologi Industri?

 on Thursday, April 23, 2015  

Metrologi Industri
Dalam kehidupan sekarang, pengukuran merupakan kebutuhan yang telah menyatu dengan kehidupan manusia. Pada bidang pekerjaan produksi barang di industri, produk yang presisi dalam ukuran akan memiliki daya saing lebih tinggi. Untuk mendapatkan produk-produk yang presisi ini tentunya tidak bisa lepas dari sistem dan proses pengukuran yang berteknologi tinggi.
Sistem dan proses pengukuran tidaklah sesederhana seperti yang dicontohkan di atas, sifat atau karakteristik dari pengukuran sebetulnya sangat luas sekali. Untuk memberikan informasi mengenai apa dan bagaimana pengukuran itu, maka harus ada disiplin ilmu tersendiri yang membahasnya. Dengan adanya ilmu ini maka setiap orang dapat mempelajarinya dengan maksud memperoleh pengetahuan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam dunia pengukuran. Salah satu bidang ilmu yang banyak membicarakan masalah pengukuran adalah metrologi industri.

Dalam pengukuran di bidang keteknikan, tidak hanya menyangkut pengukuran panjang saja, tetapi juga menyangkut pengukuran lainnya seperti; bunyi, getaran, tekanan, tegangan, gaya, puntiran, usaha, kecepatan aliran zat cair dan temperatur. Pada bab ini, tidak akan dibahas metrologi secara menyeluruh seperti yang telah disebutkan diatas, akan tetapi dibatasi pada masalah metrologi industri, yang meliputi pembahasan kegiatan metrologi berupa pengukuran, karakter alat ukur, metode pengukuran, penafsiran dari hasil pengukurannya. Selain itu akan dibahas pula kaitannya dengan bidang yang dikelola metrologi yang meliputi ; pengujian, produksi, kalibrasi dan jaminan mutu yang kita  rencanakan membuat kursi dan meja. Pada pekerjaan ini dilakukan proses pengukuran yang sangat sederhana. Misalnya pembuatan kursi dari bahan kayu.
 
Bahan dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki lalu diukur dengan meteran pita biasa, kehalusan hanya dirasakan dengan rabaan tangan, kesikuan hanya ditentukan dengan penyiku biasa. Kemudian potongan komponen dirakit menjadi sebuah kursi.
Dalam perakitan ternyata ada, beberapa potongan yang perakitannya harus di pukul atau dipaksa, adajuga yang terlalu longgar dan ada juga yang betul-betul pas. Kesikuan dari perakitan antara potongan satu dengan potongan yang lain ternyata ada yang betul-betul siku (sudut kesikuan 900), ada yang lebih kecil dari pada 900 dan ada pula yang lebih besar daripada 900. Dengan bantuanpasak-pasak penguat akhirnya kursi tersebut pun bisa digunakan.

Kalau dalam proses pembuatannya tidak memperhatikan masalah kelonggaran dan kesesakan serta kehalusan komponen, dan kemampuan tukar antara komponen yang sama, maka dapat dipastikan bahwahasil atau produk yang dibuat kurang presisi, perakitannya juga mengalami kesulitan dan tidak dapat dibuat banyak pada waktu bersamaan. Ini berarti efektifitas dan efisiensi dari suatu produksi tidak terpenuhi.Untuk dapat menghasilkan produk yang presisi maka harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku yang biasanya kebanyakan ketentuan tersebut dicantumkan dalam gambar teknik. Disamping itu juga harus memperhatikan pula prinsip-prinsip yang ada dalam masalah pengukuran. Ada beberapa istilah yang sering terkait dalam masalah pengukuran antara lain yaitu: ketelitian, ketepatan, ukuran dasar,toleransi, harga batas, kelonggaran dan sifat mampu tukar.
Dengan demikian, metrologi Industri mempelajari pengukuran,karakteristik geometris suatu produk/komponen mesin dengan alat dan cara yang tepat sedemikian rupa sehinggahasil pengukuran dianggap sebagai yang paling dekat dengan geometri sesungguhnya dari komponen mesin yang bersangkutan.
;
Apa pengertian Metrologi Industri? 4.5 5 tati Thursday, April 23, 2015 Metrologi Industri Dalam kehidupan sekarang, pengukuran merupakan kebutuhan yang telah menyatu dengan kehidupan manusia. Pada bidang pekerj...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.