Apa saja Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Tradisi

 on Tuesday, March 10, 2015  

Karya seni rupa tiga dimensi (tri matra) di Indonesia merupakan salah satu peninggalan karya seni rupa tradisi yang sudah dibuat oleh bangsa Indonesia jauh sebelum adanya pengaruh karya seni rupa dari Barat (Eropa). Contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah bangunan arsitektural seperti candi, patung, tempat peribadatan (masjid, pura, wihara), rumah adat, gapura, istana raja, dan batu nisan. Bangunan candi dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha. Patung ada yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha, tetapi ada juga patung yang masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme dan dinamisme. Begitu juga bentuk arsitektural rumah adat juga dipengaruhi oleh unsur-unsur kepercayaan masyarakat setempat. Gapura atau pintu gerbang ada yang dipengaruhi unsur agama Hindu dan Budha. Istana raja dan batu nisan dipengaruhi oleh unsur Hindu, Budha dan Islam.

a. Patung Asmat
Suku Asmat mendiami kawasan timur Indonesia di sepanjang pesisir pantai selatan Propinsi Papua yang kaya pohon sagu dan pohon bakau. Patung asmat dibuat dari batang pohon bakau. Bagi masyarakat suku Asmat patung bukan sekedar benda yang bernilai estetis, namun juga sebagai media yang digunakan untuk mengimplementasikan nilai seni yang dimiliki masyarakat suku Asmat tersebut. Patung menjadi penghubung mereka dengan arwah nenek moyang. Semua patung Asmat dibuat dari batang pohon bakau.
Contohnya patung mbis dibuat sebagai perlambang adanya sosok nenek moyang dalam kehidupan sehari-hari mereka. Suku Asmat mempercayai orang yang sudah meninggal mampu ditemukan kembali di dalam bentuk patung Mbis. Patung Mbis dibuat oleh Wow Ipits, sebutan bagi orang yang memiliki keahlian dalam membuat ukiran patung.

Patung mbis dipajang di depan rumah sebagai simbol adanya komunikasi antara dunia kematian dan dunia kehidupan. Selain patung mbis, ada juga patung kewenak. Patung kewenak adalah patung yang dibuat untuk mengenang suatu peristiwa yang terjadi dalam suatu keluarga. Patung jenis ini biasanya disimpan di rumah Yeu atau rumah laki-laki suku Asmat. Ada juga patung tunggal atau patung rangkap. Patung jenis ini biasanya mendokumentasikan dongeng atau cerita rakyat

b. Candi
Istilah candi berasal dari kata candikagrha yang artinya rumah Dewi Candika. Dewi Candika adalah dewi kematian, istri dari Dewa Ciwa Mahakala. Bangunan candi digunakan untuk tempat penyimpanan abu jenazah raja.

c. Batu nisan
Batu nisan adalah penanda pada makam orang. Bentuknya ada yang sederhana berupa pancang kayu atau batu, tetapi ada juga yang dihias, dipahat. Bahannya ada yang berupa batu alam yang dibentuk dan dipahat, namun ada juga yang berupa bahan cetakan.
 
d. Istana
Istana adalah bangunan tempat tinggal bersemayam raja. Bentuk bangunannya ada yang masih pengaruh dari kepercayaan animisme dan dinamisme, ada yang sudah dipengaruhi agama Hindu, Budha, dan juga agama Islam.
 
e. Gapura atau Pintu Gerbang
Gapura berfungsi sebagai tempat keluar masuk sebuah istana atau tempat pemujaan.

f. Rumah Adat
Rumah adat adalah bangunan tempat tinggal kelompok masyarakat dalam satu suku, adat yang masih berpegang teguh pada aturan adat.
;
Apa saja Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Tradisi 4.5 5 tati Tuesday, March 10, 2015 Karya seni rupa tiga dimensi (tri matra) di Indonesia merupakan salah satu peninggalan karya seni rupa tradisi yang sudah dibuat oleh bangs...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.