Bagaimana teknik pemakaian kain saree dan jarik?

 on Friday, March 13, 2015  

a. Teknik drapery pada pemakaian kain saree 
Kain saree adalah sepotong kain panjang berbentuk segi empat yang digunakan sebagai bahan tata busana dengan cara membalut tubuh sehingga cocok untuk ukuran atau bentuk tubuh apapun. Panjang kain saree sekitar 5,5 meter dari bahan tekstil, dan cara pemakaiannya dengan menggunakan teknik drapery. Penggunaan kain saree biasanya digunakan pada busana luar, sedang untuk busana dasar menggunakan petticote (semacam rok panjang). Langkah pemakaian kain saree sebagai berikut:
  • Lilitkan petticote di pinggang seketat mungkin agar petticote tidak mudah lepas, sebaiknya memakai blouse yang pas dengan badan.
  •  Ambil ujung saree dan selipkan salah satu ujung saree ke petticote (pada langkah ini yang perlu diperhatikan adalah ujung kain saree yang diselipkan berbeda dengan kain saree yang disampirkan, jadi jangan sampai terbalik). Kemudian putar saree ke kiri satu putaran penuh dan pastikan ujung saree  satunya menyentuh lantai.
  • Mulai dari bagian saree yang terselip, dibuat lipatan (drapery) saree yang besarnya 7-12 cm dan jumlah lipatan kurang lebih 7 sampai 10 lipatan atau disesuaikan dengan panjang saree dan harus disisakan sebagian untuk disampirkan.
  • Selipkan lipatan yang telah dibuat di pinggang agak ke kiri sebelah pusar, kemudian selipkan bagian sisa saree (bukan ujung bagian saree yang akan disampirkan) dan pastikan ujung saree yang akan disampirkan menyentuh lantai.
  • Sampirkan sisa kain saree dan agar tidak mudah lepas bisa menggunakan peniti atau bross untuk menempelkan saree di blouse di bagian bahu.

 
Teknik drapery pada pemakaian jarik
Jarik adalah kain persegi panjang yang biasa digunakan oleh suku Jawa untuk tata busana bawah. Jarik memiliki ukuran lebar sekitar 1,25 m dan panjang sekitar 2 m. Pemakaian jarik  menggunakan satu titik pusat drapery, pada bagian tengah, yang di sebut wiron. Tata aturan penggunaan jarik berbeda antara pria dan wanita. Tata aturan masih bisa bertambah kalau menggunakan jarik dengan motif batik. Tetapi yang paling utama adalah tata aturan pemakaian kain jarik antara pria dan wanita menggunakan teknik drapery.
1) Pemakaian jarik untuk wanita
  • Kaki kanan di posisikan di depan kaki kiri (seperti orang melangkah). Tujuan agar setelah jarik dipakai, masih bisa  berjalan dengan nyaman.
  • Jarik dililitkan ke tubuh dari arah kiri ke kanan melingkari tubuh sampai kain jarik tersisa kurang lebih 60 cm untuk wiron.
  • Pertama kali jarik dililitkan, jarik yang disematkan harus ditarik agak banyak atau dilipat ujung atasnya membentuk segi tiga. Fungsi jarik ditarik agak banyak atau dilipat membentuk segi tiga adalah, ketika jarik dililitkan ke tubuh, jarik bagian dalam tidak terlihat atau menggantung (dalam bahasa Jawa “ngelewer). Fungsi lain adalah agar bentuk lilitan jarik bisa membentuk lekuk tubuh bagian bawah.
  • Ujung jarik yang tersisa, kemudian dibuat wiron atau wiru atau lipatan-lipatan jarik dan ditempatkan tepat ditengahtengah kaki.
  • Jarik yang dililitkan ketubuh bagian bawah harus menutupi mata kaki.
  • Setelah selesai jarik dililitkan ke tubuh, kemudian lilitan jarik tersebut diikat dengan tali, dan dililit dengan stagen (kain seperti obi tapi panjang dan berfungsi seperti ikat pinggang).
;
Bagaimana teknik pemakaian kain saree dan jarik? 4.5 5 tati Friday, March 13, 2015 a. Teknik drapery pada pemakaian kain saree  Kain saree adalah sepotong kain panjang berbentuk segi empat yang digunakan sebagai bahan tata...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.