Apa saja organ produksi suara?

 on Sunday, March 1, 2015  


a. Bibir
Bibir manusia terdiri dari dua bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bibir atas disebut labium superius oris dan bibir bawah disebut labium inferius oris. Bibir manusia memenuhi sekitar mulut perbatasan vermilion dan biasanya berwarna kemerahan atau dalam batas-batas yang disebut dengan zona merah terang. Perbatasan vermilion bibir atas dikenal sebagai ‘busur cupid’ sedangkan daging menonjol dan terletak di tengah bibir atas disebut tuberkulum atau procheilon dan alur memanjang dari procheilon ke septum hidung disebut philtrum.

Kulit bibir manusia terdiri dari tiga sampai lima lapisan sel dan sangat tipis jika dibandingkan dengan kulit wajah yang memiliki enam belas lapisan sel. Warna kulit bibir biasanya lebih terang dibandingkan dengan kulit wajah, karena kulit bibir mengandung melanosit yang sangat sedikit. Melanosit adalah sel yang memproduksi pigmen melanin dan pemberi warna pada kulit. Warna merah pada bibir disebabkan oleh pembuluh darah yang muncul melalui kulit bibir.Hal ini tidak terlalu tampak pada warna kulit yang lebih gelap karena banyak mengandung melanosit. Kulit bibir membentuk perbatasan antara kulit luar wajah dan selaput lendir interior bagian dalam mulut. Kulit bibir tidak berbulu dan tidak memiliki kelenjar keringat, oleh karena itu, bibir tidak memiliki lapisan pelindung seperti halnya kulit lain, Kelenjar minyak keringat yang berfungsi menjaga kulit tetap halus, menghambat pathogen, dan mengatur kehangatan. Karena kulit bibir tidak memiliki kelenjar minyak, maka mudah kering dan mudah pecah-pecah.

Bibir adalah bagian tubuh yang terlihat pada mulut manusia dan hewan. Fungsi bibir manusia adalah sebagai organ sensorik taktil, pembuka untuk asupan makanan dan sebagai organ artikulasi suara. Pada proses pembentukan suara, bibir sangat berperan dalam membentuk huruf hidup (vokal) dan huruf ‘M, B, dan P’. Ketika mengucapkan huruf hidup (vokal), bibir harus bergerak semaksimal mungkin dan mengoptimalkan otot bibir. Misalnya mengucapkan huruf ‘U’ maka bibir membentuk kerucut dan ditarik semaksimal mungkin ke depan. Ketika mengucapkan huruf ‘O’ maka bibir membentuk bulatan dan menarik bibir ke depan semaksimal mungkin. Ketika mengucapkan huruf ‘A’ maka bibir dibentuk seperti orang menguap dan berbentuk lonjong maksimal. Ketika mengucapkan huruf ‘I’ dan ‘E” bibir ditarik pipi ke samping sehingga mulut nampak pipih. Sedang ketika mengucapkan huruf M, B dan P, bibir dalam posisi merapat dan meletup.

b. Lidah
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan pada waktu mengunyah dan menelan dengan cara membolak balik makanan. Sebagian besar lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah, dan processus styloideus di tulang pelipis. Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila yang berfungsi sebagai reseptor.

Lidah sering disebut dengan lingual karena turut membantu dalam proses bicara. Lidah sangat berperan dalam membentuk bunyi huruf mati seperti “C”, “D”, “L”, “N”, “R”, “S”, “T” dan lainnya. Lidah yang lincah akan dapat menentukan pembentukan lafal yang baik, tepat dan jelas. Pemeran harus mendayagunakan lidah sebagai pembentuk huruf mati. Dengan latihan terus menerus dan intens, maka lidah akan elastis (lentur) dan lincah dalam membentuk huruf mati. Tingkat elastis dan kelincahan lidah mempengaruhi artikulasi pemeran, dengan lidah yang tidak terlatih maka seorang pemeran akan kesulitan mengucapkan huruf “R” dan “T”.

c. Rahang 
Rahang adalah salah satu dari dua struktur yang membentuk mulut manusia. Posisi rahang berhadapan secara vertikal membentuk rahang atas dan rahang bawah. Fungsi utama rahang adalah untuk tumbuhnya gigi dan pemrosessan awal makanan (mengunyah). Istilah rahang juga secara umum digunakan untuk keseluruhan struktur yang membentuk rongga mulut dan berfungsi membuka dan menutupnya mulut. Rahang terbagi menjadi dua yaitu rahang atas (Os. Maxilla) dan rahang bawah (Os. Mandibulla). Rahang atas adalah rahang yang terletak disebelah atas, dan di bawah hidung. Rahang atas menyusun sebagian dari hidung dan langi-langit mulut. Rahang atas menempel pada tulang tengkorak bagian temporal. Hal ini merupakan satu-satunya hubungan antar tulang dengan gerakan  yang lebiih bebas.

Rahang bawah (Os. Mandibulla) adalah rahang yang terletak di bawah rahang atas. Rahang bawah bisa digerakkan ke atas ke bawah, dan ke kiri ke kanan. Gerakan rahang bawah ke rahang atas dihubungkan oleh sendi engsel, sehingga memungkinkan bergerak. Rahang manusia selain sebagai pemroses awal makanan (mengunyah) juga sebagai pembentuk suara. Rahang manusia berhubungan dengan pembentukan artikulasi kata-kata, baik bunyi konsonan dan bunyi vokal. Pemeran akan kehilangan artikulasi kata-kata bila malas menggerakkan rahang bawah ketika mengucapkan kata-kata. Jadi tugas pemeran adalah melatih elastisitas sendi engsel yang menghubungkan antara rahang bawah dan rahang atas untuk mencapai artikulasi kata-kata.

d. Langit-Langit Mulut
Langit-langit mulut terdiri dari langit-langit keras dan langitlangit lunak, langit-langit mulut merupakan bagian penting dalam pembentukan suara maupun pengucapan. Selain itu, langit-langit berperan juga sebagai dinding resonator pada rongga mulut. Langit-langit mulut yang berhubungan langsung dengan pembentukan kata adalah langit-langit lunak, sedangkan langitlangit keras untuk pembentukan kata yang berhubungan dengan lidah.

e. Hidung
Hidung terdiri dari bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar terdapat pada permukaan wajah, terdiri dari rangka pendukung yang dibentuk olah tulang rawan. Rangka hidung dibungkus oleh kulit dan permukaannya dilapisi oleh membran mucus. Di bawah hidung terdapat dua lubang yang disebut dengan lubang hidung atau nares eksternal. Hidung bagian dalam terdiri dari kaviti yang besar di tengkorak. Bagian dalam hidung dibagi menjadi dua, yaitu bagian kanan dan bagiann kiri yang dipisahkan oleh septum hidung. Hidung adalah bagian paling menonjol di wajah manusia, berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring udara, dan menghangatkan udara pernafasan. Hidung merupakan salah satu organ produksi suara yang menghasilkan bunyi nasal yaitu “N”, “M”, dan “NG”. Fonasi terbentuk karena aliran udara melewati pita suara menuju rongga hidung dan beresonansi disana. Resonansi nasal memainkan peran penting dalam menciptakan variasi nadayang menunjukan kualitas dari ucapan.
;
Apa saja organ produksi suara? 4.5 5 tati Sunday, March 1, 2015 a. Bibir Bibir manusia terdiri dari dua bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bibir atas disebut labium superius oris dan bibir bawah...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.